DOSEN BUSANA MENDAPAT PENGHARGAAN REKTOR, JURNAL SCOPUS DENGAN SITASI TERBANYAK SEHINGGA BERPENGARUH PADA WEBOMETRIK UNNES

Senin, 23 Oktober 2017, Dua Dosen Fakultas Teknik (FT) yaitu Samsudin Anis, Ph.D dari Jurusan Teknik Mesin dan Adhi Kusumastuti, Ph.D dari Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga mendapatkan penghargaan Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai dosen yang memiliki artikel tersitasi SCOPUS terbanyak di UNNES. Penghargaan diberikan langsung oleh Rektor UNNES Prof. Dr. Fathur Rokhman, M.Hum yang didampingi oleh Dekan FT Dr. Nur Qudus, M.T.

Rektor UNNES mengharapkan hal ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika UNNES agar ke depan semakin banyak lagi artikel karya dosen UNNES yang terindeks Scopus dan tersitasi lebih dari 50 kali, sehingga akan membantu meningkatkan peringkat webometrict dan semakin meneguhkan visi UNNES sebagai universitas yang bertaraf internasional. Pemeringkatan webometrict merupakan salah satu indikator penilaian kemajuan Perguruan Tinggi terbaik di dunia (World Class University).

Pencapaian tersebut juga diapresiasi oleh Dr. Nur Qudus, M.T. selaku Dekan FT. Harapan yang sama juga disampaikan Dekan FT, khususnya kepada dosen-dosen di Fakultas Teknik agar tidak hanya mengajar tetapi harus melakukan penelitian. Luaran penelitian tersebut tidak hanya sebatas pelaporan saja, tetapi harus menghasilkan luaran dalam bentuk artikel yang terindeks Scopus.

KULIAH UMUM JURUSAN PKK “PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KEJURUAN BERBASIS PARIWISATA

Jurusan Pendidikan Kesejahteraan keluarga yang tersusun atas empat program studi : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Pendidikan Tata Kecantikan, Pendidikan Tata Busana dan Pendidikan Tata Boga, pada hari selasa tanggal 10 Oktober 2017 menyelenggarakan kuliah umum dengan pembicara Profesor Dian Tjondronegoro, Ph.D dari Southern Cross University Australia  dan Heri Prabowo SE. MM. dari STIEPARI Semarang. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang aula Prof. Soedartono. Pembicara utama Pof. Dian Tjondro menyampaikan materi tentang beyond marketing dari bidang vokasi/kejuruan dengan dasar visi kedepan yang jernih dan pemanfaatan teknologi informasi. Prof Dian Tjondro menegaskan bahwa pengembangan kejuruan pariwisata tidak harus berbiaya mahal dimana perkembangan teknologi informasi terutama media social dapat dimanfaatkan sebagai media dalam pengembangan. Pengembangan sisi marketing dan keilmuan bisa digali dari kebiasaan para user media social bertukar informasi dan mengupdate informasi. Prinsip dasarnya adalah bahwa lingkungan sosial merupakan big data yang perlu untuk dianalisis dan dimanfaatkan. Pembelajaran, keingintahuan dan kerjasama yang berkesinambungan merupakan kunci dari pengembangan pendidikan kejuruan khususnya berbasis pariwisata, dan diistilahkan sebagai karakter “be Visionary”. Pembicara kedua Heri Prabowo SE., MM., memaparkan tentang pentingnya kualifikasi kompetensi kejuruan dalam pengembangan pendidikan kejuruan berbasis pariwisata. Kualifikasi kompetensi dimulai dari proses uji kompetensi, pelatihan pengembangan kompetensi dan upaya sertifikasinya.